<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333</id><updated>2011-07-07T15:39:26.570-07:00</updated><category term='Sambutan'/><title type='text'>Online Store and Friendship</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-1459001499017926778</id><published>2010-01-13T04:54:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T04:54:50.291-08:00</updated><title type='text'>Spirulina</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Spirulina (Athospira) adalah sejenis rumpai laut berwarna biru kehijauan dan telah digunakan sejak berkurun lamanya sebagai sumber pemakanan kesihatan dan perawatan disemua peringkat umur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-432"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber anti toksid yang tinggi yang terdapat dalam spirulina amat sesuai dijadikan amalan harian untuk masyarakat masa kini yang terdedah kepada makanan dan minuman yang mengandungi toksid yang menurunkan imunisasi dan menyebabkan penyakit seperti kanser, sakit jantung, lemah tubuh badan, kerosakan ginjal dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiadaan dinding selulos merupakan ciri spirulina yang unik membolehkan ia begitu mudah di serap dalam tubuh badan dan amat sesuai untuk mereka yang telah lanjut usia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan spirulina adalah seperti berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bertindak sebagai anti virus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunkan kadar kolesterol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki sistem hati sebagai penyaring lemak dan toksid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunkan risiko kanser.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menaikkan imunisasi tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meneutralkan keracunan pada ginjal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan pertumbuhan lactobacillus yang terdapat dalam usus yang membantu proses pencernaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempercepatkan penyembuhan luka luar dan dalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatasi masalah kekurangan zat dan mineral.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu mereka yang sering terdedah pada radiasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatasi kelemahan tubuh badan pada penderita kencing manis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan pengganti khusus kepada kanak-kanak yang tidak suka kepada sayuran hijau yang penting untuk tumbesaran.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Zat dan Mineral yang terdapat pada Spirulina&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beta Karotin untuk menguatkan penglihatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vitamin B-12 yang membantu membentuk sel darah merah dalam sum-sum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zat Besi untuk membantu menguatkan sel darah merah dalam sistem pertahanan tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klorofil bagi membantu meningkatkan proses penyingkiran racun dan bertindak sebagai anti penuaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karotenoids yang bertindak sebagai fungsi anti oksidan dan anti kanser dalam tubuh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-1459001499017926778?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/1459001499017926778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2010/01/spirulina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1459001499017926778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1459001499017926778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2010/01/spirulina.html' title='Spirulina'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-3498166610304951761</id><published>2009-11-16T01:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T01:34:05.049-08:00</updated><title type='text'>10 Kiat Blogger Sukses</title><content type='html'>Blogger sukses atau blogger gembel? Berpulang kembali kepada kamu. Kalau saya, bos!, ingin jadi yang sukses. Tentu saja gak cukup dengan doa. Kerja keras, mental tangguh dan belajar jadi modal yang harus ada di dalam kepala dan hati. Blogger profesional &lt;span style="text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Nahwan Nurrachim&lt;/span&gt; menulis ulang kiat dari &lt;a href="http://blogmarketingbook.com/"&gt;Jeremy Wright&lt;/a&gt; untuk jadi blogger sukses. 10 tips itu silakan disantap, bos!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ungkap Jati Diri Anda: Mampu mengenali diri dan audiens sendiri adalah aspek yang sangat penting menuju sukses dalam ngeblog. Identifikasi diri Anda sebagai blogger, paparkan Anda mau ngeblog tentang apa, siapa audiens yang Anda harapkan. Hindarkan jadi anonim, atau menyamar-nyamarkan identitas Anda karena tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ngebloglah dengan Cinta: Jika Anda tidak bisa menimati apa yang sedang Anda blog-kan, tentu sulit mengatakan Anda mencintai aktivitas ini. Cinta — atau gairah — akan datang dari kegiatan menulis posting dan keterkaitan dengan puluhan dan ratusan pembaca blogosfer lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seringlah Menulis: Rajin dan tekun menulis bukan saja bagus buat blog, tapi sungguh-sungguh sebuah syarat utama untuk sukses. Jika Anda malas menulis (dan mempostingnya) berarti Anda sedang mengebiri potensi blog Anda sendiri. Ketekunan memperbarui blog akan mendapat dua berkah sekaligus: “pesona” mesin pencari dan pembaca yang berburu content terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rajin Ngelink: Links atau pranala adalah “mata uang blogosfer” (currency of the blogosphere). Sebagian besar blogger ngelink untuk satu atau dua alasan: tertarik pada topik yang dia link atau menaruh respek pada blogger yang dia link. Imbalannya, sejumlah blogger kawakan mengaku, ia sering menemukan blog baru setelah mereka bikin link ke blognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tulis Komentar di Blog Lain: Menciptakan komunitas adalah kunci sukses ngeblog –baik di tingkat bisnis maupun personal. Dengan meninggalkan komentar di blog-blog dalam komunitas yang Anda minati, berarti Anda mengirimkan pesan kepada blogger dan pembaca lain bahwa blog Anda layak dilongok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersenang-senang: Ngeblog artinya bersenang-senang. Ya, blog adalah “bisnis serius” yang tak harus ditangani secara kaku dan dingin. Cobalah hal-hal baru, buatlah link ke situs atau blog yang ringan dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan Takut Bereksperimen: Salah satu tantangan dari ngeblog bahwa ini adalah dunia yang baru. Sepanjang masih relevan dengan bidang yang Anda minati (dan karenanya Anda ngeblog tentang itu) dan terkait dengan kegiatan atau dunia blog itu sendiri, cobalah hal-hal yang tak biasa: peranti lunak, aplikasi atau apa saja yang bisa Anda tampilkan di blog. Jangan takut salah. Cobalah podcast, videoblog, pernik-pernik terkait blog, social networking atau apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gunakan Ping: Pinging adalah sesuatu yang dilakukan peranti lunak blog Anda untuk memberitahu sejumlah layanan bahwa Anda baru saja mengirimkan posting baru. Silahkan coba layanan Ping-O-Matic bikinan WordPress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gunakan Feeds: Feeds memungkinkan pembaca blog bisa dengan cepat menyedot posting-posting terbaru ke RSS reader mereka. Feed, yang sudah disediakan otomatis oleh penyedia layanan blog, terasa sekali gunanya kalau kita sedang travelling atau sedang sibuk sehingga tak punya banyak waktu buat blogwalking atau browsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bikin Judul Bermakna: Judul adalah salah satu esensi yang bisa mendorong kesuksesan ngeblog. Judul yang baik berarti mesin pencari akan menemukan Anda dan menghadiahi Anda limpahan traffic. Setiap judul posting harus bisa meyakinkan pembaca untuk membaca keseluruhan isi posting. Judul “Busana Paris Hilton” misalnya, agak kurang bermakna dibanding “Paris Hilton Dinobatkan Berbusana Terburuk”. Jadi, jangan anggap enteng judul posting!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-3498166610304951761?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/3498166610304951761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/10-kiat-blogger-sukses.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/3498166610304951761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/3498166610304951761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/10-kiat-blogger-sukses.html' title='10 Kiat Blogger Sukses'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-398408012254284517</id><published>2009-11-15T07:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T07:20:34.489-08:00</updated><title type='text'>Pengertian Hambatan, Arus, Tegangan dan Bunyi Hukum Ohm</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Arus &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;I = Q/T&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).&lt;br /&gt;&lt;span id="more-207"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Hambatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;R =  V/I&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;3. Tegangan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;V=  I .R&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;4. Hukum OHm&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.&lt;br /&gt;Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Maka kesimplannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;HUKUM OHM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;E = I R&lt;br /&gt;I = E / R&lt;br /&gt;R = I / E&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;• Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.&lt;br /&gt;• Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I&lt;br /&gt;• Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R&lt;br /&gt;• Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;P = V . I  atau P = I2 . R atau P = V2/ R &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dimana :&lt;br /&gt;P : daya, dalam satuan watt&lt;br /&gt;V : tegangan dalam satuan volt&lt;br /&gt;I : arus dalam satuan ampere&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Contoh Soal Latihan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut, hitunglah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;JAWAB :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dik :&lt;br /&gt; V = 220 Volt&lt;br /&gt; I  =  10 Amper&lt;br /&gt;Dit : hambatan…………….?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JAWAB&lt;br /&gt;   R = V/R&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  R = 220/10 = 22 ohm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Contoh Soal Latihan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Didalam suatu rumah tinggal, terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt, setelah di ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere, hitunglah daya yang di serap lampu tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;JAWAB :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dik :&lt;br /&gt; V = 220 Volt&lt;br /&gt; I  =  2 Amper&lt;br /&gt;Dit : Daya…………….?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JAWAB&lt;br /&gt;   P = V.I&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  P = 220. 2 = 440 Watt&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-398408012254284517?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/398408012254284517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/pengertian-hambatan-arus-tegangan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/398408012254284517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/398408012254284517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/pengertian-hambatan-arus-tegangan-dan.html' title='Pengertian Hambatan, Arus, Tegangan dan Bunyi Hukum Ohm'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-1238435650504586622</id><published>2009-11-12T00:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T08:17:10.185-08:00</updated><title type='text'>Konsep Keaneragaman Hayati</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Untuk lebih memahami uraian diatas, cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;1. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Untuk lebih memahami materi tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;1.Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;2.Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;3.Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;4.Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;1.Mamalia berukuran kecil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;2.Banyak hewan berkantung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;3.Tidak terdapat species kera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;4.Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-1238435650504586622?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/1238435650504586622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/konsep-keaneragaman-hayati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1238435650504586622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1238435650504586622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/konsep-keaneragaman-hayati.html' title='Konsep Keaneragaman Hayati'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-4519614979144006440</id><published>2009-11-10T06:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T06:27:02.809-08:00</updated><title type='text'>Substansi Genetik Pada Manusia</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Normal (Web)"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 1 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	font-family:"Arial","sans-serif"; 	mso-font-kerning:16.0pt; 	font-weight:bold;} h2 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 2 Char"; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	font-weight:bold;} h3 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 3 Char"; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	font-weight:bold;} h4 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 4 Char"; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:4; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	font-weight:bold;} h5 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 5 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:5; 	font-size:13.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	font-weight:bold; 	font-style:italic;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-unhide:no; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-style-unhide:no; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.Heading1Char 	{mso-style-name:"Heading 1 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 1"; 	mso-ansi-font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:16.0pt; 	font-family:"Arial","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Arial; 	mso-hansi-font-family:Arial; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-font-kerning:16.0pt; 	font-weight:bold;} span.Heading2Char 	{mso-style-name:"Heading 2 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 2"; 	mso-ansi-font-size:18.0pt; 	mso-bidi-font-size:18.0pt; 	font-weight:bold;} span.Heading3Char 	{mso-style-name:"Heading 3 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 3"; 	mso-ansi-font-size:13.5pt; 	mso-bidi-font-size:13.5pt; 	font-weight:bold;} span.Heading4Char 	{mso-style-name:"Heading 4 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 4"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-weight:bold;} span.Heading5Char 	{mso-style-name:"Heading 5 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 5"; 	mso-ansi-font-size:13.0pt; 	mso-bidi-font-size:13.0pt; 	font-weight:bold; 	font-style:italic;} span.mw-headline 	{mso-style-name:mw-headline; 	mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:371686879; 	mso-list-template-ids:1726884582;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;1. Kromosom membawa sifat individu &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam sel terdapat nucleus, di dalam nucleus terdapat kromosom yang mengandung substansi genetika berupa DNA (deoksiribonucleid acid atau asam deoksiribonukleat)&lt;br /&gt;Istilah kromosom (krom = warna ; soma = tubuh ) dipopulerkan oleh Waldeyer (1888), sedang istilah Gen dipopulerkan oleh Yohansen (1909). &lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Krom.jpg" title="gambar:krom.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="gambar:krom.jpg" title="&amp;quot;gambar:krom.jpg&amp;quot;" style="'width:337.5pt;height:450pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/9d/Krom.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="a.29_Ukuran_dan_jumlah_kromosom_individu"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a) Ukuran dan jumlah kromosom individu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menurut Suryo (1984),&lt;/b&gt; kromosom ialah benda – benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkokyang terdiri dari zat yang mudah mengikat warna di dalam nucleus.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kromosom yang terdapat didalam sel tidak pernah sama ukurannya. Panjang kromosom antara 0,2 hingga 50 µ(micron), dan diameternya antara 0,2 hingga 20 mikron. Pada manusia panjang kromosom dapat sampai 6 mikron.&lt;br /&gt;Kromosom tumbuh – tumbuhan berukuran lebih besar dari pada kromosom hewan.&lt;br /&gt;Pengaturan kromosom secara standar berdasarkan panjang, jumlah serta bentuk kromosom dari sel somatic suatu individu dinamakan kariotipe.&lt;br /&gt;     &lt;b&gt;Bonden dan Boveri (1887)&lt;/b&gt;, menyatakan bahwa banyaknya kromosom didalam nucleus dari setiap mahluk hidup yang berbeda adalah berlainan, dan jumlahnya untuk tiap mahluk adalah konstan.&lt;br /&gt;Jumlah kromosom sel kelamin(gamet) yaitu ovum dan spermatozoa adalah separuh dari jumlah kromosom yang terdapat pada sel tubuh ( sel somatic ) dan bersifat haploid ( n kromosom). Satu set kromosom haploid dalam gamet ini disebut genom, dan bisa bersifat diploid ( 2n kromosom). Oleh karena terjadi dari fertilisasi (bersatunya gamet jantan dan gamet betina ) maka kromosom dalam sel tubuh selalu berpasangan, serts kromosom dalam sel kelamin (gamet) tidak berpasangan.&lt;br /&gt;Pada individu jantan pada umumnya pasangan kromosom sex tidak sama , disebut kromosom x dan kromosom y. sedang pada individu betina kedua kromosom berbentuk sama , disebut kromosom x. pasangan kromosom disebut pula homolog.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Contoh : &lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Autosome.JPG" title="gambar:autosome.JPG"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="gambar:autosome.JPG" title="&amp;quot;gambar:autosome.JPG&amp;quot;" style="'width:240pt;height:396pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a8/Autosome.JPG"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt; &lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Bentuk_alel.jpg" title="gambar:bentuk alel.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="gambar:bentuk alel.jpg" title="&amp;quot;gambar:bentuk alel.jpg&amp;quot;" style="'width:384.75pt;height:219.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/41/Bentuk_alel.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;                                    &lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Alel_drosophilla.jpg" title="gambar:alel drosophilla.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="gambar:alel drosophilla.jpg" title="&amp;quot;gambar:alel drosophilla.jpg&amp;quot;" style="'width:384.75pt;height:219.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/2/25/Alel_drosophilla.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jumlah kromosom manusia 46 berarti kromosom sexnya 2 dan autosomnya 44 dalm tiap nucleus sel tubuh.&lt;br /&gt;1) Jika manusia tersebut laki – laki , maka penulisan symbol kromosomnya = 22 AA + xy atau 44 A + xy atau 46 xy, artinya seorang laki – laki memiliki 22 pasang autosom dan sebuah kromosom seks X dengan sebuah kromosom seks y atau 44 buah autosom dan sebuah kromosom x dan y.&lt;br /&gt;2) Spermatozoonnya ada dua macam : 22A + x atau 22 A + y, artinya spermatozoon manusia mempunyai 22 autosom + 1 kromosom x atau 22 autosom +1 kromosom y.&lt;br /&gt;3) Untuk wanita dituliskan : 46 xx atau 22 AA + xx atau 44 A + xx, artinya : seorang wanita mempunyai 22 pasang autosom dan 1 pasang kromosom x, atau 44 buah autosom dan 2 buah kromosom seks x.&lt;br /&gt;4) Ovum (sel telur) manusia hanya 1 macam : 22 A + x , artinya : 22 autosom + 1 kromosom x.&lt;br /&gt;Lihat contoh gambar di bawah ini! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="b.29_Struktur_dan_macam_kromosom"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;b) Struktur dan macam kromosom &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;     Secara garis besar kromosom terdiri atas sentromer dan lengan. Sentromer atau kinetokor adalah bagian dari kromosom tempat melekatnya benang – benang spindel yang berperan menggerakkan kromosom selama proses pembelahan sel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;b&gt;Berdasarkan jumlah sentromer komosom di bagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Monosentris: adalah kromosom yang hanya memiliki sebuah sentromer.&lt;br /&gt;2. Disentris: adalah kromosom yang memiliki dua sentromer.&lt;br /&gt;3. Polisentris: adalah kromosom yang memiliki banyak sentromer.&lt;br /&gt;Kromosom yang tidak memiliki sentromer disebut asentrik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Berdasarkan letak sentromer kromosom terbagi menjadi 4, yaitu :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Telosentrik: jika sentromer terletak di ujung lengan kromosom.&lt;br /&gt;2. Akrosentrik: jika sentromer terletak di dekat ujung lengan kromosom.&lt;br /&gt;3. Metasentrik: jika sentromer terletak di tengah – tengah antara kedua lengan kromosom.&lt;br /&gt;4. Submetasentrik: jika sentromer terletak agak di tengah sehingga kedua lengan tidak sama panjang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Bentuk_kromosom.jpg" title="gambar:bentuk kromosom.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="gambar:bentuk kromosom.jpg" title="&amp;quot;gambar:bentuk kromosom.jpg&amp;quot;" style="'width:384.75pt;height:219.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/e9/Bentuk_kromosom.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;   Lengan atau badan kromosom adalah bagian kromosom yang mengandung kromonema (pita berbentuk spiral didalam kromosom). Selubung pembungkus kromonema disebut matriks.&lt;br /&gt;  Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer ( granula besar), kromomer berfungsi membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen . granula (butir – butir kecil ) disebut kromiol.&lt;br /&gt;   Bagian ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan lainnya disebut Telomer, sedang bagian yang merupakan tambahan pada ujung kromosom disebut satelit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Struktur_kromosom.jpg" title="gambar:struktur kromosom.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="gambar:struktur kromosom.jpg" title="&amp;quot;gambar:struktur kromosom.jpg&amp;quot;" style="'width:262.5pt;height:262.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/bb/Struktur_kromosom.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Krom.gif" title="gambar:krom.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="gambar:krom.gif" title="&amp;quot;gambar:krom.gif&amp;quot;" style="'width:234pt;height:198pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.gif" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/43/Krom.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;2. Gen sebagai substansi hereditas meliputi senyawa kimia penentu sifat individu &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;        Gen adalah Substansi dasar hereditas yang mengandnung informasi genetik, tersusun dari asam nukleat (nukleo protein) dan terdapat dilokus gen dalam kromosom. &lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Gen.jpg" title="gambar:gen.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" alt="gambar:gen.jpg" title="&amp;quot;gambar:gen.jpg&amp;quot;" style="'width:240pt;height:168.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/39/Gen.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="a.29_Fungsi_Pokok_Gen"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;a) Fungsi Pokok Gen &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;1. Mengatur perkembangan dan metabolisme individu&lt;br /&gt;2. Menyampaikan informasi genetic kepada generasi berikutnya&lt;br /&gt;   Pada zaman gregor mendel , gen sering disebut dengan istilah factor penentu atau elemen atau determinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Thomas Hunt Morgan ( 1866 – 1945)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, seorang ahli genetika dan embriologi amerika serikat, mengemukakan pendapatnya bahwa gen adalah substansi hereditas yaitu suatu kesatuan kimi yang memiliki sifat – sifat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Gen merupakan zarah tersendiri yang kompak di dalam kromosom.&lt;br /&gt;2) Gen mengandung informasi genetic.&lt;br /&gt;3) Gen dapata menduplikasi diri pada peristiwa mitosis dan meiosis; artinya gen dapata membelah menjadi dua yang sama persis sehingga dapat menyampaikan informasi genetic kepada generasi sel berikutnya.&lt;br /&gt;4) Setiap gen menduduki tempat tertentu dalam kromosom, lokasi khusus yang ditempati gen dalam kromosom disebut lokus gen.&lt;br /&gt;     Sepasang kromosom merupakan homolog sesamanya, berarti dalam kromosom hpmplog juga terdapat lokus gen – gen yang bersesuaian. Gen – gen yang bersesuaian pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog disebut alel (pasangan gen). Jadi gen adalah unit terkecil bahan sifat keturunan (substansi hereditas) yang berukuran sekitar 4 – 50 milimikron. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="b.29_Hereditas_Menurut_Mendel"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;b) Hereditas Menurut Mendel &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;     Hereditas berarti penurunan sifat – sifat genetic dari orang tua kepada anaknya. Ilmu yang mempelajari tentang hereditas disebut genetika.&lt;br /&gt;Gregor johan mendel , membuktikan kebenaran penelitiannya dengan membastarkan tanaman – tanaman yang memiliki sifat berbeda. Tanaman yang dipilih adalah kacang ercis(pisum sativum), karena memiliki kelebihan – kelebihan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mudah melakukan penyerbukan silang&lt;br /&gt;2. Mudah didapat&lt;br /&gt;3. Mudah hidup atau dipelihara&lt;br /&gt;4. Cepat berbuah atau berumur pendek&lt;br /&gt;5. Dapat terjadi penyerbukan sendiri&lt;br /&gt;6. Terdapat jenis – jenis yang memiliki sifat – sifat yang beda dan menyolok. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;  Dengan berdasarkan teori mendel, jika kita bastarkan jenis mangga bergalur murni yag sifat buahnya besar tetapi rasanya masam, dengan jenis mangga lain bergalur murni dan sifat buahnya kecil namun manis, akan kita peroleh jenis mangga hibrida(hasil pembastaran) dengan sifat buah yang besar dan rasanya manis, dengan syarat: sifat besar dominan terhadap sifat kecil , dan sifat manis dominan terhadap sifat masam.&lt;br /&gt;Genotip adalah sifat yang tidak tampak yang ditentukan oleh pasangan gen atau susunan gen dalam individu yang menentukan sifat yang tampak. Sifat yang tampak dari luar atau sifat keturunan dapat yang dapat kita amati disebut fenotipe. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1) Sifat warna bulu biru pada ayam adalah fenotipe; disimbolkan BB; maka BB adalh genotype.&lt;br /&gt;2) Sifat pemarah adalah fenotipe; disimbolkan RR; maka RR adalah genotype. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;     Menurut&lt;b&gt;Stern (1930),&lt;/b&gt; genotype dan factor lingkungan dapat mempengaruhi fenotipe.&lt;br /&gt;Dengan demikian dua genotype yang sama dapat menunjukkan fenotipe yang berbeda apabila lingkungan bagi kedua genotype tersebut berlainan.&lt;br /&gt;Genotype h omozigot BB dan RR kita sebut homozigot dominan, sedang bb dan rr adalah homozigot resesif.&lt;br /&gt;B (huruf kapital) dengan b (huruf kecil) atau R dengan r merupakan pasangan gen yang disebut alel. Menurut letaknya , alel adalah gen – gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian dari kromosom homolog. Sedangkan jika dilihat dari pengaruh gen pada fenotipe, alel ialah anggota dari sepasang gen yang memiliki pengaruh berlawanan.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;1. B menentukan sifat warna biru pada bulu ayam , sedang b tidak biru (putih misalnya), maka B dan b merupakan alel.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;2. R (pemarah), alelnya r (penyabar). Jadi B dan r bukan alelnya demikian pula R dengan b juga bukan alelnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika genotype suatu individu terdiri dari pasangan alel yang tidak sama, disebut genotype heterozigot (hetero = lain , zigot = hasil persatuan gamet jantan dan gamet betina sampai terjadi pembelahan). Sedangkan jika genotype terdiri dari pasangan alel yang sama disebut homozigot.&lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa huruf – huruf BB, bb, RR, rr dan sebagainya yang kita sebut genootipe dan fenotipe nya merupakan suatu kesepakatan bersama (satu konversi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="Beberapa_konvensi_lain_yang_perlu_dikena"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Beberapa konvensi lain yang perlu dikenal disini antara lain:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Sifat gen – gen dominan (yang bersifat kuat sehingga menutupi pengaruh gen alelnya) disimbolkan huruf besar sedangkan gen yang tertutup (alelnya0 disebut resesif dan disimbolkan dengan huruf yang sama dengan gen dominan , tetapi degan huruf kecil.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;- Besar (B atau R) dominan terhadap kecil (b atau r) dapat ditulis dengan symbol sebagai berikut: B &gt; b atau R &gt; r.&lt;br /&gt;- Biru ( M atau B )dominan terhadap putih ( m atau b )dapat dituliskan dengan symbol sebagai berikut: M &gt; m atau B &gt; b&lt;br /&gt;b. Penulisan genotype individu heterozigot sebagai berikut:kedua huruf symbol alelnya dituliskan dengan sifat dominan (huruf besar) di depan dengan sifat dominan ( huruf besar) didepan dan sifat resesif (huruf kecil ) di belakang.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Bb bukan bB&lt;br /&gt;Rr bukan rR&lt;br /&gt;Sifat dominan dari dua genotipe yang berbeda dapat mempunyai fenotipe yang sama.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;RR, fenotipenya pemarah&lt;br /&gt;Rr, fenotipenya juga pemarah&lt;br /&gt;Akan tetapi untuk genotipe penyabar selalu rr, jadi fenotipe sifat resesifenya selalu bergenotipe homozigot. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="1._Monohibrid"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;1. Monohibrid &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ialah suatu persilangan pembastaran dengan satu sifat beda.&lt;br /&gt;Perhatikan diagram monohybrid antara ercis batang tinggi dengan ercis batang pendek berikut ini :&lt;br /&gt;gambar:monohibrid.jpg &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;T : merupakan symbol untuk gen yang menentukan batang tinggi&lt;br /&gt;T : merupakan symbol untuk gen yang menentukan batang pendek&lt;br /&gt;Dengan membuat table seperti dibawah ini , dapat kita ketahui bahwa sifat batang tinggi (T) dominan terhadap sifat pendek (t). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Skema.jpg" title="gambar:skema.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" alt="gambar:skema.jpg" title="&amp;quot;gambar:skema.jpg&amp;quot;" style="'width:375pt;height:255.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/0/02/Skema.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name=".C2.A0.C2.A0.C2.A0.C2.A0.C2.A0.C2.A0.C2."&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                  Tabel Cara Mencari Macam dan Jumlah Gamet &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                          &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/wiki/index.php?title=Istimewa:Pemuatan&amp;amp;wpDestFile=Tabel_mencari.jpg" title="Berkas:Tabel mencari.jpg"&gt;Berkas:Tabel mencari.jpg&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2. Dihibrid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ialah suatu persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda. Untuk membuktikan hukum mendel II yang terkenal dengan prinsip berpasangan secara bebas, mendel melakukan eksperimen dengan pembastaran tanaman pisum sativum bergalur murni dengan memperhatikan dua sifat beda, yaitu biji bulat berwarna kuning dengan galur murni berbiji kisut, berwarna hijau. Gen B (bulat) dominan terhadap b (kisut), dan K (kuning ) dominan terhadap k (hijau). &lt;/span&gt;Untuk lebih jelasnya lihat skema table dibawah ini: &lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Skema persilangan&lt;br /&gt;P1 : BBKK &gt;&lt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Gamet : BK bk&lt;br /&gt;F1 : BbKk (fenotipe berbiji bulat, berendosperma kuning) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gamet F1 : BK , Bk, bK dan bk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;F1 &gt;&lt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;F2: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;BK Bk bK bk&lt;br /&gt;BK BBKK (1) BBKk (2) BbKk (3) BbKk (4)&lt;br /&gt;Bk BBKk (5) BBkk (6) BbKk (7) Bbkk (8)&lt;br /&gt;bK BbKK (9) BbKk (10) bbKK (11) bbKk (12)&lt;br /&gt;bk BbKk (13) Bbkk (14) Bbkk (15) bbkk (16)&lt;br /&gt;Fenotipe pada F2 :&lt;br /&gt;a. Bulat, kuning : 1,2,3,4,5,7,9,10,13&lt;br /&gt;b. Bulat, hujau : 6,8,14&lt;br /&gt;c. Kisut kuning : 11, 12, 15&lt;br /&gt;d. Kisut, hijau : 16&lt;br /&gt;Rasio Genotipe:&lt;br /&gt;BBKK : BBKk : BbKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk&lt;br /&gt;(9 genotipe)&lt;br /&gt;1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasio fenotipe:&lt;br /&gt;Bulat kuning : bulat hijau : kisut kuning : kisut hijau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(4 genotipe)&lt;br /&gt;9 : 3 : 3 : 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam membuat perhitungan itu Mendel menganggap bahwa gen – gen pembawa kedua sifat itu berpisah secara bebas terhadap sesamanya sewaktu terjadi pembentukan gamet. Hukum mendel II ini disebut juga HUKUM PENGELOMPOKAN GEN SECARA BEBAS. Jadi pada dihibrid BbKk, misalnya&lt;br /&gt;Gen B mengelompok dengan K ------ gamet BK&lt;br /&gt;Gen B mengelompok dengan k ------ gamet Bk&lt;br /&gt;Gen b mengelompok dengan K ----- gamet bK&lt;br /&gt;Gen b mengelompok dengan k ----- gamet bk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Angka – angka perbandingan fenotipe F2 monohibrid = 3 :1, sedangkan perbandingan fenotipe F2 dihibrid = 9 : 3 : 3 : 1, akan tetapi dalam kenyataannya perbandingan yang diperoleh tidak sama persis seperti angka perbandingan diatas, melainkan mendekati perbandingan 3 : 1 atau 9 ; 3 : 3 : 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;Pada mono hybrid diperoleh perbandingan&lt;br /&gt;Batang tinggi : batang pendek&lt;br /&gt;787 : 277&lt;br /&gt;2,84 : 1&lt;br /&gt;3 : 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dihibrid diperoleh perbandingan&lt;br /&gt;Bulat kuning = 315 tanaman&lt;br /&gt;Bulat hijau = 101 tanaman&lt;br /&gt;Kisut kuning = 108 tanaman&lt;br /&gt;Kisut hijau = 32 tanaman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Angka – angka tersebut menunjukkan suatu perbandingan yang mendekati 9 ; 3 : 3 :1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada dihibridisasi intermediet (dominansi tidak penuh), fenotipe F1 tidak sama dengan salah satu fenotipe induk melainkan mempunyai sifat diantara kedua gen dominan dan gen resesif , seperti terlihat pada skema dibawah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika prinsip mendel kita jadikan 4 prinsip maka dapat disimpulkan sbb:&lt;br /&gt;1) Prinsip hereditas, meyatakan bahwa pewarisan sifat – sifat organisme dikendalikan oleh factor menurun (gen).&lt;br /&gt;2) Prinsip segregasi bebas : pada pembentukan gamet , pasangan gen memisah secara bebas sehingga tiap gamet mendapatkan salah satu gen dari pasangan gen (alel) tadi.&lt;br /&gt;3) Prinsip berpasangan bebas : pada pembuahan (fertilisasi) , gen – gen dari gamet jantan maupun gen - gen dari gamet betina akan berpasangan secara bebas.&lt;br /&gt;4) Prinsip dominansi penuh atau tidak penuh (intermediet): fenotipe (pengaruh ) gen dominan akan terlihat menutupi pengaruh gen resesif. Sedangkan pada prinsip dominansi tidak penuh, fenotipe gen pada individu heterozigot berada di antara pengaruh kedua alel gen yang menyusunnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="3._Perkawinana_resiprok"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;3. Perkawinana resiprok&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Prinsip – prinsip mendel tersebut diatas mudah dibuktikan bila diadakan perkawinan (penyilangan ) resiprok.&lt;br /&gt;Penyilangan resiprok adalah penyilangan gamet jantan dan gamet betina dipertukarkan sehingga menghasilkan keturunan yang sama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="4._Backcross_dan_Testcross"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Backcross dan Testcross&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Backcross &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;adalah perkawinan antara individu F1 dengan salah satu induknya (induk dominan dan resesif). Tujuan backcross adalah untuk mencari genotip orang tua. Perhatikan skema perkawinan berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Testcross&lt;/b&gt; adalah perkawinan antara F1 dengan salah satu induk yang resesif. Testcross disebut juga perkawinan pengujian (uji silang) karena bertujuan untuk mengetahui apakah suatu individu bergenotipe homozigot (bergalur murni) atau heterozigot. Jika hasil testcross menunjukkan perbandingan fenotipe keturunan yang memisah 1 : 1, maka dapat disimpulkan bahwa individu yang diuji tersebut adalah bukan galur murni , berarti heterozigot. Sedangkan jika hasil testcross 100% berfenotipe sama berarti homozigot.&lt;br /&gt;Lihat diagram persilangan dibawah ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Alel mencakup Gen – Gen Yang Terletak Pada Lokus Yang Sama Pada Kromosom Homolog. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;   Menurut letaknya, gen yang terletak pada kromosom di sebut kromogen dan gen yang terletak pada plasma sel disebut plasmagen (missal yang berpengaruh pada warna daun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="a._Alel"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;a. Alel &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;     &lt;span style="" lang="SV"&gt;Alel adalah Gen – gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian ) dalam kromosom homolog. Bila dilihat dari pengaruh gen pada fenotipe , alel ialah anggota dari sepasang gen yang memiliki pengaruh berlawanan., jadi alel adalah gen – gen yang terletak pada lokus yang sama dan memiliki pekerjaan yang sama atau hamper sama.&lt;br /&gt;   Pada individu homozigot, pasangan kedua alel mempunyai symbol yang sama persis; misalnya BB, MM. sedangkan genotipe heterozigot pasangan kedua alel mempunyai symbol yang tidak sama missal Bb, Mm. namun Bm dan bM bukan alelnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Untuk memperlihatkan alel dalam kromosom sering digambar sebagai berikut: &lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="b._Alel_Ganda_.28Multiple_Aleomorfi.29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;b. Alel Ganda (Multiple Aleomorfi) &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;     &lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila dalam satu lokus terdapat lebih dari satu pasang alel maka disebut alel ganda, misalnya warna bulu pada kelinci dan golongan darah sistem A B O pada manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="1.29_Alel_ganda_pada_kelinci."&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;1) Alel ganda pada kelinci. &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p face="lucida grande" style="font-style: italic;"&gt;     &lt;span style="" lang="SV"&gt;Alel ganda pada bulu kelinci adalah adanya 4 alel yang sama – sama mempengaruhi warna bulu, dan berada pada lokus yang sama.&lt;br /&gt;Warna bulu kelinci dengan gen W memiliki beberapa alel yang berturut – turut dari yang dominan:&lt;br /&gt;                W    &gt;     WK     &gt;       Wh      &gt;      W&lt;br /&gt;Gen W      : fenotipe kelabu&lt;br /&gt;Gen Wk    : fenotipe kelabu muda (chinchilia)&lt;br /&gt;Gen Wh    : berfenotipe himalaya, yaitu berwarna putih dengan ujung hidung, ujung telinga, ekor dan kaki berwarna kelabu gelap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gen W     : berfenoripe albino (tak berpigmen)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kelabu dominan terhadap      ketiga warna yang lain (kelabu muda, &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt;,      dan albino),&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;kelabu muda dominan terhadap &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt; dan albino. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt;      dominan terhadap albino &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Albino adalah gen resesif&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Kemungkinan genotipenya sebagai berikut:&lt;br /&gt;           Fenotipe                 Kemungkinana Genotipe&lt;br /&gt;     Kelabu                           WW, WW&lt;sup&gt;k&lt;/sup&gt;,, WW&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt;, WW&lt;br /&gt;    (normal)&lt;br /&gt;    Kelabu muda                  W&lt;sup&gt;k&lt;/sup&gt;W&lt;sup&gt;k&lt;/sup&gt;, W&lt;sup&gt;k&lt;/sup&gt;W&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt;, W&lt;sup&gt;k&lt;/sup&gt;W&lt;br /&gt;    (chinchilla)&lt;br /&gt;    Himalaya                         W&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt;W&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt; , W&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt;W&lt;br /&gt;    Albino                               WW &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Seekor kelinci chinchilla heterozigot yang disilangkan dengan kelinci &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt; heterozigot akan memperoleh keturunan albino, lihat persilangan berikut: &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;P                                     WkW           &gt;&lt;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;G                                      W&lt;sup&gt;k  &lt;/sup&gt;                                 W&lt;sup&gt;h&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;                                       W                                     W&lt;br /&gt;F     WkWh    =       kelabu muda (chinchilla)&lt;br /&gt;      WkW      =      kelabu muda (chinchilla)&lt;br /&gt;      WhW      =      Himalaya&lt;br /&gt;       WW       =      Albino &lt;/p&gt;  &lt;h4 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="2.29_Alel_ganda_pada_golongan_darah_sist"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;2) Alel ganda pada golongan darah sistem AB0 &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;      Pada golongan darah ini, ada 3 macam alel yang dominansinya berbeda dengan pada warna bulu kelinci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Golongan Darah               Macam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Genotipe&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;       &lt;st1:state st="on"&gt;AB&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;                                         IA IB&lt;br /&gt;        A                                       IA IA ; IAi&lt;br /&gt;        B                                        IB IB; IBi&lt;br /&gt;        O                                          Ii (I0I0) &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa:&lt;br /&gt;Gen IA dominan terhadap i atau I0&lt;br /&gt;Gen IB dominan terhadap I atau I0&lt;br /&gt;Gen I (I0) adalah resesif berfenotipe golongan darah 0&lt;br /&gt;Sedang IA dan IB sama – sama dominanterhadap I sehingga genotipe IAIB berfenotipe golongan darah AB. Jadi gen I (I0) mempunyai alel IA dan alel IB. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Bagaimanakah kemungkinan fenotipe golongan darah anak – anak yang lahir dari perkawinan antara pria bergolongan darah A heterozigot dengan wanita bergolongan darah B heterozigot pula? &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;P                    IAi             &gt;&lt;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;G&lt;/st1:city&gt;                      &lt;st1:state st="on"&gt;IA&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;                                 IB&lt;br /&gt;i i&lt;br /&gt;F       IAIB = golongan darah AB&lt;br /&gt;       IAi    = golongan darah A&lt;br /&gt;       IBi    = golongan darah B&lt;br /&gt;       Ii       = golongan darah O &lt;/p&gt;  &lt;h2  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Nukleosom Meliputi Senyawa Yang Terdiri Atas Protein dan Asam Nukleat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Nukleosom_b.jpg" title="gambar:nukleosom_b.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" alt="gambar:nukleosom_b.jpg" title="&amp;quot;gambar:nukleosom_b.jpg&amp;quot;" style="'width:301.5pt;height:256.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/46/Nukleosom_b.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Asam nukleat ini terdapat didalam nukleosom,  sedangkan nukleosom terdapat didalam nucleus (inti sel). Nukleosom mengandung bermacam – macam bahan kimia, seperti larutan fosfat, gula ribose, protein, nukleotida maupun asam nukleat dan garam – garam mineral , selain zat – zat tersebut telah kita ketahui pula bahwa bahan dasar inti sel (nucleus) adalah suatu protein yang khas yang disebut protein inti atau nucleoprotein. Nucleoprotein dibangun oleh senyawa protein dan asam nukleat. Asam nukleat yang ada sangkut pautnya dengan hereditas adalah DNA dan RNA . DNA (asam deoksiribo nukleat), keduanya bertanggung jawab membentuk protein serta mengontrol sifat – sifat keturunan. &lt;/p&gt;  &lt;h2  style="margin-bottom: 0.25in; font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;5. DNA Terdiri Dari Pasangan Rangkaian Nukleotida Yang Terpilin&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;        Gen – gen yang berderet pada kromosom masing – masing mempunyai tugas khas sendiri – sendiri dengan waktu “bereaksi” yang khusu pula.faktor yang disebut penentu pada zaman mendel akhirnya diketahui struktur kimianya yang disebut DNA.&lt;br /&gt;Percobaan transformasi dalam bakteri diplococcus pneumonia (pneumococcus) yang dilakukan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Griffith&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pada tahun 1928 telah memberikan keyakinan bahwa DNA benar – benar merupakan bahan genetic. &lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="a.29_Struktur_DNA"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;a) Struktur DNA &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;      Penemu DNA dan RNA adalh seorang ahli kimia berkebangsaan jerman, &lt;b&gt;Frederich Miescher (1869),&lt;/b&gt; yang menyelidiki susunan kimia dari nucleus, zat yang mengandung fosfor sangat tinggi dalam nucleus tersebut mula – mula disebut nukleat.&lt;br /&gt;Dengan penelitian lebih lanjut diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas nukleotida – nukleotida sehingga merupakan polinukleotida. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu nukleotida terdiri dari nukleosida dan fosfat (PO4 - ) . sedangkan nukleosida terdiri dari sebuah gula pentose dan sebuah basa nitrogen (purin / pirimidin). Jadi nukleosida adalah nukleotida yang tanpa fosfat, sedang nukleotida adalah nukleosida + fosfat + basa nitrogen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:DNA2.gif" title="gambar:DNA2.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" alt="gambar:DNA2.gif" title="&amp;quot;gambar:DNA2.gif&amp;quot;" style="'width:220.5pt;height:324pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.gif" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/1/12/DNA2.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Asam Deoksiribo Nukleat merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh tiga macam molekul, yaitu:&lt;br /&gt;1. &lt;/span&gt;Gula pentose (deoksiribosa)&lt;br /&gt;2. Fosfat (PO4-)&lt;br /&gt;3. Basa nitrogen , yaitu:&lt;br /&gt;a. Purin : guanine (G) dan adenine (A)&lt;br /&gt;b. Pirimidin : Timin (T) dan sitosin (S) &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;                                                                      &lt;b&gt;Rumus Bangun Basa Nitrogen&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Rumus_basa.jpg" title="gambar:rumus basa.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1036" type="#_x0000_t75" alt="gambar:rumus basa.jpg" title="&amp;quot;gambar:rumus basa.jpg&amp;quot;" style="'width:324pt;height:270pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image012.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/d/d3/Rumus_basa.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi satu molekul nukleotida yang terdiri dari ikatan gula basa dan fosfat yang menyusun DNA dapat berbentuk:&lt;br /&gt;1. Adenin nukleosida = adenine deoksiribosa fosfat&lt;br /&gt;2. Guanine nukleosida = guanine deoksiribosa fosfat&lt;br /&gt;3. Sitosin nukleosida = sitosin deoksiribosa fosfat&lt;br /&gt;4. Timin nukleosida = timin deoksiribosa fosfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:GenetikaT.jpg" title="gambar:genetikaT.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" alt="gambar:genetikaT.jpg" title="&amp;quot;gambar:genetikaT.jpg&amp;quot;" style="'width:424.5pt;height:522.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image013.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/e3/GenetikaT.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                    &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:GenetikaA.jpg" title="gambar:genetikaA.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" alt="gambar:genetikaA.jpg" title="&amp;quot;gambar:genetikaA.jpg&amp;quot;" style="'width:332.25pt;height:520.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image015.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/55/GenetikaA.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian Franklin dan M.H.F wilkins pada DNA dengan menggunakan sinar X , J.D Watson dan F.H.C Crick (1953) mengemukakan suatu model gen, yang terkenal dengan nama double helix(ukir rangkap / tangga berpilin). Mereka akhirnya mendapatkan hadiah nobel pada tahun 1962.&lt;br /&gt;Struktur kimia gen (DNA) menurut Watson – crick yang berupa tangga berpilin /ulir rangkap tersususn atas:&lt;br /&gt;1. Gula dan fosfat sebagai induk tangga&lt;br /&gt;2. Basa nitrogen, dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga:&lt;br /&gt;G dengan S dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H (Hidrogen).&lt;br /&gt;T dengan A dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H (hydrogen). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Molekul_dna.jpg" title="gambar:molekul_dna.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" alt="gambar:molekul_dna.jpg" title="&amp;quot;gambar:molekul_dna.jpg&amp;quot;" style="'width:99.75pt;height:150pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image017.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/bf/Molekul_dna.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(a) Struktur ulir rangkap(tangga berpilin) (b) susunan pasangan basa DNA (c) Struktur DNA jika tidak mengulir (berpilin)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a name="b.29_Replikasi_DNA"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;b) Replikasi DNA &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;                Kemampuan DNA untuk membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA asal (replikasi) disebut kemampuan autokatalik.&lt;br /&gt;Sedangkan kemampuan DNA membentuk molekul kimia lain dari salah satu atau sebagaian rantainya disebut kemampuan heterokatalitik.&lt;br /&gt;Peristiwa reolikasi DNA pertama – tama diselidikipada tahun 1957 oleh taylor dan kawan – kawan dengan menggunakan nitrogen radioaktif N15 yang dilembagakandalam timidin.&lt;br /&gt;Timidin ialah senyawa antara timin dan deoksiribosa, percobaan taylor dan kawan – kawan ini diperkuat oleh penelitian meselson dan stahl (1958) dengan memberikan N dlam bentuk N15O3 pada bakteri Escherichia coli, yang hasilnya ternyata sel – sel anakan yang terjadi mengandung bahan radioaktif itu pula. Cara replikasi DNA berdasarkan percobaan meselson dan sthal ini disebut dengan cara semikonservatif yang banyak diterima oleh sebagian besar ahli biologi. Tiga hipotesis tentang terjadinya replikasi DNA adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1) Teori konservatif : menyatakan bahwa ulir rangkap (double helix) yang lama tetap (tidak berubah), dan langsung terbentuk ulir rangkap baru.&lt;br /&gt;2) Teori dispersive : menyatakan bahwa ulir rangkap terputus – putus. Lalu potongan – potongan tersebut memisah dan membentuk potongan – potongan baru yang akan bersambung dengan potongan – potongan lama; sehingga kembali menjadi 2 DNA yang sama persis.&lt;br /&gt;3) Teori semi konservatif ; menyatakan bahwa dua pita dari ulir rangkapp memisahkan diri dan tiap – tiap pita yang lama mendapatkan pasangan pita baru seperti pasangannya yang lama, sehingga terbentuklah dua DNa yang sama persis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar; Tiga macam cara replikasi DNA: (a) teori konservatif, (b) teori dispersive, dan (c) teori semi konservatif.&lt;br /&gt;Replikasi DNA berlangsung pada sel – sel muda , saat interfase (mitosis) . proses replikasi DNA ini melibatkan beberapa enzim antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Helikase untuk mempermudah membuka ulir rangkap DNA menjadi dua buah ulir tunggal.&lt;br /&gt;2. Polymerase, untuk menggabungkan deoksiribo nukleosida trifosfat.&lt;br /&gt;3. Ligase, untuk menyambung bagian – bagian ulir tunggal DNA yang baru terbentuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Dna.jpg" title="gambar:dna.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1040" type="#_x0000_t75" alt="gambar:dna.jpg" title="&amp;quot;gambar:dna.jpg&amp;quot;" style="'width:229.5pt;height:123pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image018.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/ad/Dna.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;skema replikasi DNA secara semikonservatif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6. RNA Terdiri Dari Rangkaian Nukleotida Tunggal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;         &lt;/span&gt;Seperti halnya dengan DNA, RNA mempunyai daya absorpsi maksimum terhadap sinar ultraviolet dengan panjang gelombang ±260 milimikron, serta menyerap warna yang bersifat basa. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Rna_structur.gif" title="gambar:Rna structur.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1041" type="#_x0000_t75" alt="gambar:Rna structur.gif" title="&amp;quot;gambar:Rna structur.gif&amp;quot;" style="'width:250.5pt;height:250.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image019.gif" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/9c/Rna_structur.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;b&gt;Menurut peranan dan tempat terdapatnya, ada 3 macam RNA yaitu :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. RNA duta : disebut juga mRNA (messenger RNA), dibentuk oleh DNA didalam nucleus, berperan membawa kode genetika dari DNA.&lt;br /&gt;b. RNA ribosom (rRNA) : dibentuk oleh DNA , banyak terdapat didalam ribosom.&lt;br /&gt;c. RNA transfer (tRNA) : dibentuk oleh DNA, berada dalam sitoplasma , berperan mengikat asam amino. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;        Struktur kimia RNA seperti pada DNA , yaitu tersusun atas polinukleotida yang terdiri atas asam nukleat . asam nukleatnya merupakan bentuk polimerasi dari gula pentose, basa N, dan fosfat. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun rantai polinukleotidanya tunggal, gulanya ribose,dan basa nitrogennya bukan timin, melainkan urasil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:SiRNA.gif" title="gambar:siRNA.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1042" type="#_x0000_t75" alt="gambar:siRNA.gif" title="&amp;quot;gambar:siRNA.gif&amp;quot;" style="'width:227.25pt;height:335.25pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image020.gif" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/99/SiRNA.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;b&gt;Komponen fungsional dalam Gen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gen dianggap sebagai kesatuan terkecil didalam sel yangberperan menetukan hereditas (sifat menurun). Dengan pesatnya perkembangan genetika molekuler , kini telah diketahui bahwa gen terdiri dari beberapa komponen yang masing – masing sangat berpengaruh kegiatan gen. komponen – komponen tersebut antara lain:&lt;br /&gt;1) Rekon, ialah komponen yang lebih kecil dari gen yang terdiri atas satu atau dua pasang nukleotida saja.&lt;br /&gt;2) Muton, ialah komponen yang terdiri atas satu atau beberapa nukleotida.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;3) Sistron , ialah komponen yang terdiri atas ratusan nukleotida. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;           &lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Transcription.gif" title="gambar:Transcription.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1043" type="#_x0000_t75" alt="gambar:Transcription.gif" title="&amp;quot;gambar:Transcription.gif&amp;quot;" style="'width:240pt;height:240pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image021.gif" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/75/Transcription.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Pada tahun 1963, penghargaan nobel dihadiahkan kepada F.jacob da J. monod karena menetukan gen structural dan gen – gen regulator dari hasil penelitian mereka pada bakteri Escherchia colli. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;1&lt;b&gt;) Gen structural ialah gen – gen yang melaksanakan pembentukan mRNA.&lt;br /&gt;2) Gen regulator ialah gen yang mengontrol kelompok – kelompok gen structural, disebut juga gen pengatur&lt;/b&gt;. Gen regulator (pengontrol yang letaknya amat dekat dengan structural yang diawasinya disebut gen operator. Operator ialah sekelompok gen yang terdiri dari gen operator dan gen structural yang terkoordinir danmerupakan kesatuan pengontrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-4519614979144006440?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/4519614979144006440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/substansi-genetik-pada-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/4519614979144006440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/4519614979144006440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/substansi-genetik-pada-manusia.html' title='Substansi Genetik Pada Manusia'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-1729754038429941537</id><published>2009-11-10T06:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T06:12:41.792-08:00</updated><title type='text'>Golongan Darah</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://mazrull.blogspot.com/2007/12/lanjutan-dari-golongan-darah.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" class="post-body"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; · Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif · Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. · Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;div style="font-style: italic; font-family: lucida grande;" class="fullpost"&gt; · Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif · Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. · Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-1729754038429941537?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/1729754038429941537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/golongan-darah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1729754038429941537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1729754038429941537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/golongan-darah.html' title='Golongan Darah'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-1121853092775145470</id><published>2009-11-01T04:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T00:49:48.823-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sambutan'/><title type='text'>Selamat Datang</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-1121853092775145470?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/1121853092775145470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/cara-kerja-online-dan-frenstore.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1121853092775145470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1121853092775145470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/cara-kerja-online-dan-frenstore.html' title='Selamat Datang'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3419980405014382333.post-1830464287577620599</id><published>2009-11-01T04:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T04:39:36.868-08:00</updated><title type='text'>Friendship dan Berbisnis Bersama</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Gimana bisa berbagi ilmu dan berbisnis secara bersamaan??&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kehidupan nyata memang seringkali berucap bahwa bahwa berbisnis itu perlu dan berteman itu juga sama pentingnya. Berbisnis bisa menghasilkan uang,,dan berbagi ilmu bisa mendapatkan teman. Uang dan teman adalah hal yang sangat diperlukan bagi kebanyakan orang, tapi orang-orang seringkali tidak mempunyai waktu untuk melakukan keduanya secara bersamaan.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita dalam situasi sedang berbisnis kita selalu konsen dalam satu hal itu, sehingga amat teramat sulit untuk memperhatikan sekitar kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal yang terjadi dalam lingkungan kerap kali tidak bisa diperhatikan. Karena terlalu sulit untuk berbagi waktu kepada keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaliknya, saat kita berteman kita sangat menikmatinya. Bahkan terlalu disayangkan untuk meninggalkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dengan adanya perkembangan zaman yang disebut dengan era tekhnologi ini, kita dapat memanfaatkan dunia website,yaitu online. Dengan online kita bisa berbisnis dan berbagi obrolan dengan teman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya dengan duduk dan minum kopi,,dunia online mamang sangat menjanjikan di era ini. Bagi yang sangat tidak punya waktu unutk kedua nya,,anda bisa mencoba untuk menikmati dunia online ini.. Selamat mencoba....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3419980405014382333-1830464287577620599?l=fakhrifrenstore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/feeds/1830464287577620599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/friendship-dan-berbisnis-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1830464287577620599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3419980405014382333/posts/default/1830464287577620599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhrifrenstore.blogspot.com/2009/11/friendship-dan-berbisnis-bersama.html' title='Friendship dan Berbisnis Bersama'/><author><name>panjoel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021237263907786165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_J3OIX2rrCLM/Su2E5bGccHI/AAAAAAAAAAM/UO3zqoSf59Y/S220/DSC01265.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
